Hati-hati, Wallpaper Ini Bikin Smartphone Samsung Mengalami Bootloop

Hati-hati, Wallpaper Ini Bikin Smartphone Samsung Mengalami Bootloop-

Sebuah wallpaper cantik, dengan pemandangan danau dan pulau di tengahnya yang tampak indah, tiba-tiba menjadi mimpi buruk bagi pengguna smartphone Samsung dan Google Pixel. Betapa tidak, begitu kamu mengunduhnya dan menjadikannya sebagai wallpaper, maka ponsel akan langsung bereaksi dengan restart terus menerus.

Masalah ini pertama kali dilaporkan oleh akun Twitter @UniverseIce yang memberi peringatan untuk tidak menyimpan gambar tersebut sebagai wallpaper untuk smartphone Samsung karena akan menyebabkan ponsel crash.

Uniknya, wallpaper ini tidak berpengaruh di smartphone lain seperti Oppo, Xiaomi, Vivo, Huawei dan lain-lain. Hanya beberapa tipe Samsung yang kemungkinan besar telah memakai sistem operasi Android 10. Selain itu, pengguna Google Pixel juga dikabarkan mengalami hal serupa. Begitupun dengan pengguna smartphone lain yang telah melakukan custom room ke Android 10.

Cara mengatasi dengan wipe data

Praktisi gadget Lucky Sebastian pun tertarik untuk menguji apakah informasi ini hoaks atau tidak. Setelah dicoba, ternyata ia mengalami hal yang sama. Begitu pun dengan banyak pengguna lain yang melaporkan kejadian itu.

“Tapi ingat ya, setelah diset jadi homescreen wallpaper, gambar ini akan bikin smartphone restart2, dan data kita nantinya akan terpaksa dihapus,” ujar pemilik akun @gadtorade ini.

Ia menambahkan, setelah beberapa kali kedip-kedip dan getar-getar, nanti akhirnya akan masuk sendiri ke safe mode untuk erase data. Pastinya pengguna berusaha supaya data tidak hilang. Kemudian akan coba lagi dengan pilih try again, dan coba masuk ke safe mode.

Tapi karena sebentar berkedip dan restart, usaha ini sulit berhasil. Meski demikian, ada yang mengaku berhasil dengan langsung menjalankan kamera melalui shortcut tombol power. Kemudian langsung mengganti wallpaper.

Bagi yang tidak berhasil, pilihan hanya dengan Wipe Data. Setelah itu, pengguna akan kembali masuk ke safe mode yang ternyata untuk mengembalikan ke mode normal cukup tricky.

Untuk keluar dari safe mode, biasanya tinggal tekan tombol power agak lama. Ternyata cara seperti itu “dikunci”, sehingga balik lagi ke safe mode. Sehingga cara mengembalikannya adalah dengan menekan power dan pilih off.

Setelah smartphone mati, tekan volume up dan tombol power berbarengan. Ketika keluar logo Samsung, lepaskan tombol power dan tetap tahan vol up sampai kita masuk ke bootloader. Gunakan volume untuk naik turun menu, dan power untuk eksekusi.

Masalah di Gamut & Google Skia

Akun @UniverseIce mengungkapkan ketika mencoba mengunggah gambar asli (kiri) ke Weibo, ia menemukan bahwa warnanya berubah (kanan). Pada saat itu, gambar menjadi tidak berbahaya. Tetapi ketika diunggah ke Twitter, gambar aslinya masih tidak berubah warna, masih berbahaya. Jadi ia curiga ini mungkin berhubungan dengan gamut warna (color gamut).

Bagi yang masih belum familiar, Color Gamut adalah rentang warna yang bisa dihasilkan oleh layar komputer ataupun gadget yang biasanya sistem warna menggunakan sRGB.

Lucky Sebatian pun mengatakan, jika mau lihat rescue log-nya, sepertinya wallpaper ini “di belakangnya” membawa metadata yg berisi kode untuk mengacaukan java runtime dengan banyak error.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh blogger Kok Kee di website Nasilemaktech. Dari yang ia temukan, semuanya bekerja karena metadatanya. Ia menggunakan stripper metadata gambar sederhana dan menghapus 8078 byte data. Setelah dihapus ternyata menyebabkan warna gambar berubah banyak.

Setelah berbicara dengan beberapa pakar industri dan melihat log pemulihan, akhirnya ditemukan penyebab bootloop ini. Dari tampilannya, wallpaper itu terlihat dibuat dan meluap ketika gambar digunakan. Untuk “memulihkan” dari luapan ini, OS Android hanya me-restart UI. Tetapi overflow terjadi setiap waktu, sehingga terus melanjutkan untuk me-restart UI. Sampai akhirnya sistem menyerah dan me-restart seluruh perangkat, dan akhirnya mengarah ke bootloop.

“Kami mengambil gambar asli dan melihat profil ICC (profil warna) dan menemukan bahwa wallpaper ini menggunakan profil warna Google Skia. Saya tidak yakin mengapa gambar dengan profil warna Google Skia tidak berfungsi dengan baik dengan OS seluler Google sendiri. Menghapus profil ICC berarti degradasi warna keseluruhan, tetapi itu mencegah bootloop keseluruhan terjadi,” ujar Kok Kee.

Skia sendiri adalah adalah perpustakaan grafik open-source yang ditulis dalam bahasa C ++. Skia Inc. awalnya mengembangkan pustaka grafik sendiri yang kemudian diakuisisi Google pada 2005. Kemudian merilis perangkat lunak tersebut sebagai sumber terbukadi bawah lisensi perangkat lunak bebas New BSD.

Powered by WPeMatico

0

Main Menu